“Kalau tidak masuk, berarti guru harus konfirmasi kepada orang tuanya,” katanya.
Selain kedisiplinan, Muhalip juga mulai membenahi lingkungan dan wajah sekolah agar lebih rapi dan tertata. Salah satunya dengan menyediakan ruang tunggu bagi tamu yang datang ke sekolah.
Pembenahan, kata dia, juga menjadi bagian dari upaya mengubah citra SMKN 2 Kendari di tengah masyarakat. Ia ingin menghilangkan stigma negatif yang selama ini melekat dan menggantinya dengan citra sekolah yang lebih baik.
“Kita cari yang baru, sehingga bisa membawa sekolah lebih baik ke depan,” ujarnya.
Muhalip mengakui perubahan tidak dapat dilakukan secara instan. Ia memilih melakukan pembenahan secara bertahap dengan memprioritaskan proses pembelajaran dan lingkungan sekolah.
