"Saya berharap, teman-teman dari seluruh kabupaten/kota dapat bersama-sama dengan kami untuk mengelola aplikasi ini, sehingga melalui data-data itu bisa digunakan untuk mengembangkan ekonomi kreatif di masing-masing daerah," ujar Saymsinar, Jumat (9/6/2023).
Dia menjelaskan, langkah dalam pengembangan ekonomi kreatif dimulai dari penguatan data, karena kebijakan tidak bisa diambil jika data tidak akurat dan kebijakan harus dilandasi dengan riset, serta penguatan kapasitas UMKM yang ada.
Baca Juga: Dispar Kolaka Utara Fokus Kembangkan Objek Wisata Pantai Berova
Sementara itu, Kabid Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Muh Ammarie Amrin mengatakan, ada beberapa isu strategis daerah, kriteria pemilihan lokasi prioritas destinasi pariwisata prioritas dan destinasi pariwisata pengembangan, dan wisatawan nusantara dan jenis kegiatan atraksi di Sulawesi Tenggara.
"Pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial untuk pengembangan promosi pariwisata karena jika diketahui Sulawesi Tenggara memiliki potensi wisata yang cukup banyak," ujarnya. (B-Adv)
