Sementara untuk tahun 2024, pihaknya meluncurkan 57 event dengan rincian 8 event provinsi, 46 event kabupaten/kota dan 3 event swasta dan masyarakat.
"Jumlahnya dengan tahun lalu mengalami penurunan, tahun lalu mencapai 71 event. Oleh karena itu, sekalipun secara kuantitas mengalami penurunan kita harapkan secara kualitas mengalami peningkatan," tuturnya.
Ia mengatakan, penyebab menurunnya event karena aksebilitas ke daerah desa wisata masih kurang. Kemudian sarana dan prasarana, persaingan di luar daerah yang sangat bagus eventnya sehingga untuk saat ini bagaimana meningkatkan kualitas event sehingga wisatawan dapat berkunjung di Sulawesi Tenggara.
.jpg)
Pj Gubernur Sulawesi Tenggara yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Perhubungan Sulawesi Tenggara, La Ode Saifuddin menyampaikan terkait substansi penyelenggaran event.
