“Ini bukti bahwa ekspor tidak harus dari perusahaan besar. Pelaku usaha kecil dan anak muda juga bisa,” ujarnya.

Di sektor industri, Disperindag mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk. Fokusnya mencakup sektor pertanian, industri, dan pariwisata.

Sebagai contoh, kakao yang diolah melalui proses fermentasi dapat meningkatkan nilai jual secara signifikan dibandingkan dijual mentah. Begitu pula dengan kelapa yang memiliki banyak produk turunan seperti kopra, minyak, hingga nata de coco.

Selain itu, limbah industri juga didorong untuk dimanfaatkan menjadi produk bernilai, seperti bahan bangunan. Sementara di sektor pariwisata, pengembangan destinasi diharapkan mampu memicu pertumbuhan UMKM lokal, mulai dari kuliner hingga kerajinan.

Baca Juga: Catat Jam Tayangnya, Ini Jadwal Film Bioskop Hollywood dan The Park Kendari