“Dibanding dengan beras umum yang memiliki karbohidrat lebih tinggi, bahkan bisa jadi tidak ada kandungan yang lain. Berbeda dengan beras Biofertifikasi ada kandungan gizi yang lain selain karbohidrat,” ungkap Alfian kepada Telisik.id di ruangan kerjanya, Jumat (30/8/2024).

Budidaya padi Biofertifikasi untuk pencegahan stunting di Kota Kendari. Foto: Ist

 

Melalui program ini, ia berharap, beras Biofertifikasi ketika dikonsumsi oleh ibu hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin, termasuk balita dapat membantu tumbuh kembangnya sehingga terhindar stunting.

Untuk membantu ketersediaan beras Biofertifikasi, Distanak Kota Kendari telah membagikan benih padi sejak Juli lalu di Kecamatan Baruga, tepatnya di lahan seluas 319 hektare.

"Jadi kita dibantu benihnya sebanyak 7,9 ton," tambahnya.