Di sekitar lahan tersebut dapat dipelihara sapi atau ikan, sehingga menciptakan sistem pertanian yang saling mendukung dan menghasilkan lebih banyak potensi ekonomi.

“Pemanfaatan lahan tidur ini sudah diterapkan di beberapa daerah di Jawa. Dengan memanfaatkan satu hamparan lahan untuk berbagai macam tanaman dan komoditas, petani bisa memperoleh hasil yang lebih beragam dan menguntungkan,” jelas Rusdin.

Pemanfaatan lahan tidur juga dapat mengisi waktu petani yang sedang menunggu musim panen tanaman utama. Petani bisa menanam tanaman cepat panen seperti kangkung, tomat, atau terong selama musim tanam padi, sehingga tidak ada waktu yang terbuang tanpa menghasilkan pendapatan.

Salah satu tantangan besar dalam mendorong pemanfaatan lahan tidur, kata Rusdin, adalah perubahan pola pikir petani yang masih terfokus pada satu sumber pendapatan utama.

“Kebanyakan petani masih berfokus pada hasil pertanian utama seperti padi atau jagung tanpa mempertimbangkan peluang lain yang bisa digali dari lahan yang ada,” katanya.