“Di negara-negara maju, profesi petani sudah dianggap prestisius. Kami ingin menciptakan kondisi serupa di Indonesia, di mana petani tidak hanya bekerja keras di lapangan, tetapi juga mampu bersaing dengan memanfaatkan teknologi,” ujar Rusdin. Selasa (10/12/2024).

Rusdin mengingatkan akan potensi krisis pangan yang diprediksi akan terjadi di Indonesia pada tahun 2040. Untuk itu, langkah antisipasi perlu dilakukan dengan memperkuat sektor pertanian lokal dan meningkatkan jumlah serta kualitas petani muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Peran petani sangat vital bagi ketahanan pangan bangsa. Jika petani makmur, kebutuhan pangan kita bisa dipenuhi tanpa ketergantungan pada impor. Inilah mengapa regenerasi petani sangat penting dilakukan,” katanya.

Data Distanak menunjukkan bahwa mayoritas petani di Sultra saat ini berusia lanjut, yang dapat mempengaruhi produktivitas pertanian. Regenerasi petani diyakini menjadi solusi untuk memastikan sektor pertanian tetap berkelanjutan.

Rusdin menegaskan, salah satu target utama dari regenerasi petani adalah menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dengan menciptakan ekosistem yang lebih modern, menarik, dan menjanjikan secara ekonomi.