Mereka menilai Dinas Transnaker gagal menjalankan fungsinya sebagai pengawas dan pelindung hak-hak buruh.
“Kami menuntut agar Transnaker segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden di PT IPIP dan memastikan perusahaan bertanggung jawab atas kelalaian yang menewaskan pekerja,” ujar Koordinator Lapangan, Juraidin, dalam orasinya di depan kantor Dinas Transnaker Sultra.
Mahasiswa juga meminta Pemerintah Provinsi Sultra lebih serius dalam mengawasi aktivitas industri pertambangan yang mereka nilai abai terhadap aspek keselamatan kerja dan hak-hak dasar pekerja.
"Kami ingin perusahaan itu dievaluasi. Kalau perlu ditutup saja. Kami menduga perusahaan itu tidak menjalankan K3 sehingga sering terjadi kecelakaan kerja," desak Muhammad Alamsyah, jenderal lapangan dalam aksi tersebut, saat hearing dengan perwakilan Dinas Transnaker Sultra.
Demo mahasiswa ini sempat menghebohkan para peserta Job Fair 2025 di Aula Kantor Dinas Transnaker Sultra. Para pendaftar bursa kerja terlihat berhamburan ingin menyaksikan demo.
