Ganjar menjelaskan, bonus demografi dapat menciptakan peluang emas bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.  Dari data yang diperolehnya, Indonesia menghadapi situasi bonus demografi 44 persen ada di kelas menengah dan 68 persen tenaga produktif.  

Menurut Ganjar, untuk menghadapi bonus demografi, Indonesia perlu melakukan transformasi dalam enam pilar strategis yang mencakup pangan, penegakan hukum, lingkungan, energi, digital, pendidikan, dan keterampilan.

Salah satu langkah penting yang telah diambil, kata Ganjar, adalah peningkatan investasi dalam pendidikan dan pelatihan.

Baca Juga: Giliran Ganjar 'Jual' Pemikiran dan Visi di Kuliah Kebangsaan FISIP UI

“Melalui upaya mempersiapkan angkatan kerja muda dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan, Indonesia dapat menghadapi tantangan global dengan lebih baik dan memaksimalkan kontribusi bonus demografi terhadap pertumbuhan ekonomi,” bebernya.