“Sudah sekitar 6 bulan jualan di sini. Dulu sempat mangkal di sekitar RS Provinsi, yang sekarang jadi RS Jantung," tutur Salimin dengan suara lirih namun penuh semangat, Kamis (21/8/2025).
Salimin tak pernah bermimpi menjadi kaya raya. Bagi pria yang telah ditinggal mati istri sejak lama ini, hidup adalah tentang konsistensi dan ketulusan untuk orang-orang yang ia cintai.
“Kalau sudah umur 30 sampai 40 tahun ke atas itu, saya sudah tidak mengharap kaya lagi. Yang penting ada untuk makan besok saja, sudah bersyukur saya," ujarnya, sembari menyeka keringat akibat terik matahari yang menerpanya.
Lima tahun sudah Salimin berjualan tahu gejrot di Kendari. Setiap harinya ia melayani pembeli tanpa mengenal hari libur. Di balik kerja keras itu, tersimpan kebanggaan mendalam karena tiga anaknya berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi.
"Alhamdulillah, bisa kuliahkan tiga anak dari jualan (tahu gejrot) ini. Saya kerja sendiri, sejak istri meninggal semua saya tanggung," ujar Salimin, matanya berbinar meski sorotnya lelah.
