Kegiatan tersebut diharapkan mahasiswa dapat melihat adanya pola yang berubah dari kegiatan masyarakat setelah pelaksanaan KKN Tematik COVID-19 selama satu bulan.

“Ada berbagai macam kegiatan kreatif yang akan dimotori oleh mahasiswa dan didampingi oleh berbagai macam institusi maupun lembaga yang akan mendukung kegiatan ini serta ada pelaporan untuk memberikan assessment terhadap setiap daerah apakah daerah tersebut sudah memiliki ketangguhan desa terhadap COVID-19,” paparnya.

Ia mengharapkan, ada ide kreatif yang ada di daerah didokumentasikan untuk bisa disampaikan ke masyarakat umum untuk menjadi pendorong daerah lain untuk ikut KKN Tematik.

Ketua AIPKI, Budu, menambahkan, kegiatan KKN Tematik telah dilaksanakan di Kota Makasar dengan jumlah mahasiswa yang berpartisipasi sebanyak 710 mahasiswa. Mekanisme perekrutan akan diumumkan dalam website RECON.

Akhir pelaksanaan kegiatan KKN Tematik, mahasiswa yang telah berpartisipasi sesuai kriteria akan diberi apresiasi berupa pengakuan kredit (SKS) dan sertifikat pengabdian kepada masyarakat (perhitungan sesuai kebijakan Perguruan Tinggi).