Baca juga: Geger, Warga Konsel Temukan Mayat Pria Tengkurap di Kebun
Akibat dari itu, So Tiong Lin diserang melalui komunitas di dalam grup media sosial facebook Buddha Dhamma Sangha dan juga ke dalam group WhatsApp group immortal taosit.
Sementara, So Tiong Lin sendiri tidak memiliki akun facebook. Namun dia mengetahui dirinya diserang di grup melalui teman akrabnya. Hal yang sama juga melalui WhatsApp.
"Saya tidak memiliki akun facebook. Dalam kasus ini, saya meminta kepada Bapak Kapolda Sumut agar menindaklanjuti laporan saya ini. Saya merasa diserang, padahal saya tidak pernah menghina agama Budha," tuturnya.
Selain itu, dia juga meminta agar Ditreskrimsus khususnya Subdit Cybercrime untuk menindaklanjuti dugaan pencemaran nama baiknya itu. Akun itu diduga menudingnya dengan bahasa yang menghina.
