"Waktu meninggal datanglah pihak rumah sakit menyampaikan ke saya. Maaf pak, karena orang tua kita ini positif COVID-19 jadi kita akan makamkan sesuai prosedur prokes COVID-19," jelasnya.
"Mendengar informasi tersebut, saya protes. Kenapa kami baru disampaikan sekarang? Kenapa tidak dari awal. Supaya kita bisa menjaga diri. Saya sampaikan ke dia, kami ini orang bodoh, tapi dimana-mana itu, kalau pasien yang positif COVID-19 maka yang bisa masuk ke dalam ruangan hanya perawat, tapi saya lihat orang yang membesuk bisa masuk ke ruangan orang tua kami dengan hanya pake masker tanpa dicegah oleh pihak rumah sakit," tukasnya.
Sebenarnya, ucap Amin, dia bukan tidak terima orang tuanya divonis COVID-19. Hanya yang dia sesalkan kenapa tidak disampaikan lebih awal. Sementara hasil pemeriksaannya keluar hari Minggu, dua hari sebelum orang tuanya meninggal.
"Orang tua kami dirawat tiga hari tiga malam. Dia masuk hari Sabtu dan meninggal hari Selasa, setelah salat subuh," pungkasnya.
Tidak hanya kecewa, pihak keluarga almarhum menyatakan jika mereka tidak mau mengikuti aturan isolasi dan swab jika ada perintah dari pihak terkait karena mereka menganggap itu kelalaian pihak rumah sakit.
