Hingga saat ini, pembinaan telah dilakukan terhadap lima pelaku usaha, yakni dua fasilitas kesehatan (Puskesmas Lakologou dan Puskesmas Bungi) serta tiga pelaku usaha swasta di bidang produksi tahu dan tempe.
“Lokasi usaha tidak diumumkan sebelumnya agar tim memperoleh gambaran nyata kondisi lapangan. Tujuan utama kami bukan mencari kesalahan, tetapi melakukan pembinaan agar semua pelaku usaha di Kota Baubau mampu melaksanakan pengelolaan lingkungan sesuai standar,” tegas Maruji.
Pemerintah Kota Baubau berharap, dengan adanya program ini, cita-cita mewujudkan kota yang berkelanjutan dapat segera tercapai. (B)
Penulis: Elfinasari
Editor: Mustaqim
