
“Ada 4 sekolah yang diusulkan. Karena kami dari pihak provinsi harus menyaring lagi dokumen sekolah-sekolah ini untuk dikirim ke tingkat nasional. Namun hanya SMPN 1 Kolaka yang dapat Adiwiyata tingkat nasional,” tambahnya.
Olehnya itu, ia berharap kepada pihak sekolah, selain ikut ber-Adiwiyata, sekolah juga bisa merubah budaya siswa terkait pengelolaan sampah. Dari sekolah, siswa diajarkan cara membuang sampah yang baik, memilah sampah mulai dari sampahorganik dan anorganik, termasuk memisahkan sampah yang berkategori B3 (Bahan Bebahaya Beracun).
“Jadi Output dari Adiwiyata ini bagaimana siswa bisa lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, baik saat di sekolah maupun ketika berada di lingkungan rumahnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala DLH Sulawesi Tenggara, Ansar, mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian lingkungan.
