Gas metan diketahui memiliki dampak yang lebih berbahaya dibandingkan dengan karbondioksida terhadap pemanasan global.
“Larva maggot ini memiliki potensi untuk mengurai sampah organik secara efektif dan cepat, yang pada gilirannya akan mengurangi volume sampah yang ada di tempat pembuangan akhir,” jelas Makkawaru.
Makkawaru memproyeksikan program ini akan diluncurkan setelah seluruh proses administrasi selesai dan mendapatkan hasil pemeriksaan dari Inspektorat.
“Kami menargetkan agar program ini sudah bisa berjalan pada akhir tahun ini, tinggal menunggu hasil pemeriksaan PHO dari Inspektorat,” katanya.
Selain budidaya larva maggot, DLHK Sultra juga memiliki berbagai program inovatif lainnya dalam pengelolaan sampah, terutama yang berkaitan dengan sampah anorganik.
