Doa tersebut adalah doa yang dipanjatkan oleh Ibnul Munkadir, salah seorang tabiin. Tabiin adalah generasi kedua dalam islam, yaitu generasi setelah para sahabat.
Keterangan itu ditemukan dalam kitab Faidlul Qadir karangan Abdurra’uf al-Munawi. Beliau (Abdurra’uf al-Munawi) menuliskan bahwa doa itu dipanjatkan oleh Ibnul Munkadir bertujuan untuk memenuhi kewajibannya sebagai suami yang menjadi hak istrinya.
“Ibnul Munkadir berdoa, ‘Ya Allah, kuatkan zakarku karena sesungguhnya hal itu bermanfaat buat istriku’. Doa itu dipanjatkan agar Allah menguatkan zakar Ibnul Munkadir semata-mata untuk memenuhi kewajibannya sebagai suami yang menjadi hak istrinya, bukan untuk mengumbar syahwatnya. Sebab, birahi perempuan itu ada pada laki-laki. Apabila dibiarkan, dikhawatirkan perempuan akan terjerumus ke dalam perzinahan”.
Menurut penulusuran tim serambimata.com, tidak ditemukan doa khusus yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW mengenai kasus ejakulasi dini ini. Walaupun demikian doa Ibnul Munkadir bisa Anda jadikan alternatif.
Para istri semestinya bersikap sabar dan mendukung suami dalam menyelesaikan problem yang dihadapi. Betapapun, keharmonisan keluarga merupakan ikhtiar yang perlu dilakukan bersama oleh suami-istri. Wallahu A'lam. (C)
