KENDARI, TELISIK.ID - Rasa kantuk memang bawaan alamiah manusia, sebelum kemudian ia tertidur. Meski demikian, ada juga orang yang sedikit-sedikit mengantuk. Padahal masih banyak hal yang perlu dilakukan. Tentu hal ini menjadi problem tersendiri.     

Melansir nu.or.id, KH Achmad Chalwani dalam bukunya Risalah Doa & Shalawat menjelaskan ijazah dari Al-‘Arif Billah KH Nahrowi Dalhar (1870-1959) Watucongol, Muntilan, Magelang, tentang doa penangkal rasa kantuk.

Doa itu merupakan penggalan Al-Qur’an Surat al-Baqarah ayat 255 atau yang lebih populer disebut Ayat Kursi.  

Laa ta’khudzu?uu sinatuw walaa nauum.

Artinya: “Allah tidak mengantuk dan tidak tidur.” (Achmad Chalwani, Risalah Doa & Shalawat, [Purworejo, KESAPP: 2021] edisi VIII, halaman 33).