Kata Anis, 100 dokter tersebut juga berasal dari berbagai daerah, dengan tingkat keahlian dan senioritas yang tentu dibutuhkan bagi pengembangan kesehatan di Indonesia. Bahkan sebagian dokter juga mengajar di berbagai fakultas kedokteran dan lembaga pendidikan kesehatan.

Baca juga: Dewan Bakal Telusuri Aliran Dana Rp 2,7 Juta Per Bulan di Pasar Basah

"Sehingga kehilangan ini juga berdampak bagi pendidikan kedokteran kita. Tidak ada waktu lagi. Semua pihak harus serius melihat pandemi dan dampak strategis yang ditimbulkannya," ujarnya.

Anis Matta menegaskan, kehilangan dokter dan tenaga kesehatan bisa berujung pada lumpuhnya sistem kesehatan kita.

"Dan kita berdoa agar Allah SWT segera memberi kita jalan ke luar dari krisis ini  melalui ilmu pengetahuan," imbuhnya.