Soal dipilihnya lokasi di komplek makam Ki Ageng Muhammad Besari, Gus Salam mengatakan, dilatarbelakangi oleh adanya kaitan sejarah yang kuat antara NU dan Ki Ageng Muhammad Besari.
Baca Juga: Lagi, Nelayan Wakatobi Hilang Saat Memancing
"Seperti dari sudut pandang nasab yang masih tersambung dengan KH Hasyim Asy'ari. Yang kedua terkait sanad keilmuan, Tegalsari merupakan pesantren pertama di Jawa Timur. Ki Ageng Muhammad Besari juga dikenal dengan perjuanganya melawan Belanda. Jadi, nuansa perjuangan kami ambil dalam konteks kekinian," tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris PCNU Ponorogo Luthfi Hadi Aminuddin mengatakan, perhelatan akbar ini harus bisa memberikan keberkahan bagi semuanya. Khususnya bagi warga sekitar yang diperkirakan bakal terdampak.
“Kita sudah koordinasi dengan tujuh Mbah Lurah di sekitar lokasi. Mulai dari penyediaan ojek, parkir dan kegiatan ekonomi lainnya dengan harapan mendatangkan berkah bagi semuanya terutama bagi masyarakat Ponorogo,” tandasnya. (B)
