Mendengar itu, ibu pasien memohon lagi kepada perawat agar dibuka di bagian selang cateter-nya karena RSS sudah kesakitan, dan urine yang keluar sangat sedikit.

"Lalu datanglah Dokter Tiangsa dan mengatakan sesak nafas dan nafas pendek itu nggak apa-apa dan hal biasa. Lalu dokter itu pergi meninggalkan pasien tanpa berbuat apapun. Sehingga, kami duga dokter Tiangsa wajib diperiksa," tuturnya.

Tim ahli hukum kesehatan ini menyebut, prilaku Dokter Tiangsa meninggalkan pasien dan mengatakan tidak apa-apa merupakan suatu masalah diduga kelalaian.

"Sudah jelas Dokter Tiangsa itu dokter spesialis anak, saat pasien merasa sakit dan ibu korban minta dibukakan selang cateternya, mengapa Dokter Tiangsa malah pergi meninggalkan pasien," tegasnya.

Pengakuan Dian Wahyuni, jika dokter Tiangsa Sembiring bertindak dan memberikan pertolongan kepada pasien. Mungkin insiden ini tidak terjadi.