Kondisi Gaza begitu mengerikan sampai pada batas di luar nalar  manusia. Sekalipun dukungan terhadap Gaza telah datang  dari berbagai penjuru dunia, aksi bela Palestina terus menggaung  di berbagai negeri muslim dan kafir, namun Zionis tetap tidak bergeming. Gaza kini telah berubah dari medan liputan menjadi ladang pembantaian dan genosida. Dan penduduk dunia hanya diam membisu.

Ironisnya, pemimpin kaum Muslim di dunia memilih diam sambil menonton, tak berani berjihad untuk melawan musuh Allah. Mereka hanya memilih jalan damai dan aman yaitu dengan mengirim kebutuhan logistik, obat-obatan dan semacamnya. Ini adalah cara baik dan praktis menghindari permusuhan antar negara-negara Kuffar Amerika.

Para penguasa muslim, justru tak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa mengecam dengan komentar pedis dan mengharap PBB yang bertindak sebagai polisi dunia untuk menyelesaikan masalah, namun hasilnya nihil.  

Para penguasa muslim saat ini telah diaborsi rasa kemanusiaannya untuk membela Palestina. Hanya karena batas-batas negara atau Nation State suara sumbang pun terdengar “ Tidak perlu mengurusi rumah tetangga, mari urusi rumah kita dulu.” Pernyataan provokatif inilah yang membuat kita tak peduli akan problematika umat di luar sana.

Sesungguhnya apa yang terjadi di Gaza bukan sekadar pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia), tapi kejahatan perang yang disengaja. Diamnya penduduk dunia terhadap penjajahan dan genosida yang terjadi di Palestina membuat kita bertanya di mana HAM yang selama ini.