Meski demikian, ia mengakui penerapan digitalisasi memiliki tantangan, terutama dari sisi anggaran. Beberapa aplikasi berbayar diperlukan untuk menampung jumlah siswa yang mencapai hampir 1.300 orang, sementara layanan gratis memiliki keterbatasan kapasitas.
Selain penguatan sistem digital, MAN 1 Kendari juga mengembangkan inovasi untuk meningkatkan daya tarik madrasah di mata publik. Salah satunya melalui Madrasah Aliyah Young Competition (MAY.COM) yang menyasar siswa SMP dan MTs.
"Tahun ini kami kembangkan tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga olahraga,” katanya.
Kompetisi tersebut meliputi LCT MIPA, Olimpiade Bahasa Inggris, Olimpiade Bahasa Arab, hingga cabang olahraga seperti bulu tangkis yang digelar di fasilitas berstandar nasional. Para juara berhak mendapatkan golden ticket, yakni jalur masuk MAN 1 Kendari tanpa tes seleksi.
Dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi, MAN 1 Kendari juga memperkuat pembinaan akademik. Sebagai madrasah berakreditasi A Unggul, MAN 1 Kendari memperoleh kuota jalur prestasi sebesar 40 persen, yang dibarengi dengan program bimbingan intensif sejak semester awal.
