JAKARTA, TELISIK.ID - Suasana Ramadan biasanya identik dengan ritme hidup yang lebih tenang, jadwal makan yang terbatas, serta fokus ibadah yang meningkat, namun di balik perubahan pola tersebut, sebagian pasangan justru merasakan lonjakan gairah seksual yang tidak biasa.
Fenomena ini muncul di ruang-ruang privat rumah tangga dan kerap menjadi bahan diskusi kesehatan, terutama ketika hasrat meningkat di tengah kewajiban menahan diri sepanjang hari.
Sejumlah laporan masyarakat menyebutkan adanya perubahan emosi dan dorongan biologis selama berpuasa. Kondisi perut kosong, pola tidur bergeser, serta interaksi dengan pasangan di waktu malam disebut ikut memengaruhi respons tubuh.
Dari sisi medis, peningkatan libido ini dinilai sebagai reaksi fisiologis yang wajar, bukan kelainan, selama masih dalam batas kendali.
Seksolog Boyke Dian Nugraha menjelaskan bahwa dorongan seksual pada dasarnya dipengaruhi tiga faktor utama, yakni asupan makanan, kondisi hormonal, dan rangsangan visual.
