Membaca kitab suci, berdiskusi agama bersama keluarga, atau melakukan kegiatan produktif dinilai membantu menekan rangsangan berlebih. Pendekatan ini tidak hanya berdampak pada kontrol diri, tetapi juga menjaga kualitas ibadah selama Ramadan.
Dengan memahami faktor biologis dan lingkungan yang memengaruhi libido, masyarakat dapat menyikapi perubahan hasrat secara rasional. Puasa tetap berjalan sesuai ketentuan, sementara kesehatan fisik dan psikologis tetap terjaga melalui kebiasaan yang lebih teratur. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
