“Sebagai kepala desa, saya sangat mendukung program ini. Ini bukan hanya inovasi dalam sektor perikanan, tapi juga peluang bagi warga kami untuk mandiri secara ekonomi. Jika kelompok ini berhasil, kami siap membantu dalam hal pendanaan bagi warga lain yang ingin mengadopsi teknologi serupa,” ujarnya.

Baca Juga: PT MLP Gelar Festival Anak Sholeh, Dorong Semangat Belajar Agama Anak di Desa Lingkar Tambang

Partisipasi aktif dari masyarakat menunjukkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya penerapan teknologi ramah lingkungan dan peningkatan kapasitas usaha perikanan berbasis komunitas.

Dosen pelaksana dari FPIK UHO dan ITK Avicenna menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata dari hilirisasi hasil riset ke masyarakat.

Dengan implementasi teknologi bioflok ini, ia harapkan pendapatan nelayan dapat meningkat secara signifikan. Selain itu, program ini juga berpotensi memperkuat posisi Kabupaten Konawe sebagai salah satu sentra produksi udang vaname unggulan di Sulawesi Tenggara. (B)