Ungkap dia, masyarakat beserta aparat desa yang ikut dalam kegiatan ini sangat antusias dan secara serius mengikuti setiap tahapan kegiatan yang dilaksanakan, diskusi berjalan lancar dan banyak peserta yang bertanya terkait dengan topik yang diberikan, dan dari kegiatan ini sangat diharapkan petani (khususnya kelompok wanita tani) mampu memproduksi agens hayati dan pestisida nabati yang bisa digunakan oleh petani-petani organik.
Prof Andi berharap kegiatan ini akan terus berlanjut dan tim dari FP-UHO akan melakukan pendampingan secara berkala.
Selain itu, dapat membantu masyarakat petani organik di Aunupe dalam pengelolaan hama dan penyakit tanaman yang dibudidayakan, sehingga menghasilkan komoditas sayuran yang sehat dan aman untuk dikonsumsi karena bebas dari residu pestisida dan dapat dipasarkan dengan harga yang lebih tinggi dari harga produk pertanian konvensional, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Aunupe.
Untuk diketahui, kegiatan PKM merupakan tindak lanjut dari MoU Rektor UHO dengan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dengan pihak NSLIC untuk program pengembangan peternakan yang terintegrasi dengan pertanian organik di beberapa kawasan di Konawe Selatan dan Fakultas Pertanian terlibat dalam MoU.
Reporter: Herni
Editor: Rani
