Model pembelajaran ini dikembangkan menggunakan pendekatan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation).
Selain itu, model tersebut juga divalidasi oleh para ahli desain pembelajaran, ahli materi, ahli media, serta melalui penilaian dari mahasiswa.
“Setelah melalui proses validasi, model pembelajaran proyek teknologi berbantuan Smart Apps Creator ini dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran kalkulus diferensial,” ujar Dr. Awaluddin.
Baca Juga: Prioritaskan Mutu Layanan, BPJS Kesehatan Pastikan Antrean Online Tetap Lancar
Proses implementasi model pembelajaran ini dilakukan pada dua kelompok, yaitu kelompok kecil yang melibatkan 10 mahasiswa dan kelompok besar dengan 30 mahasiswa.
