Dalam praktik tradisional, panas menjadi salah satu unsur utama Merarangi. Masyarakat memaknai kehangatan sebagai bagian dari proses pemulihan ibu setelah persalinan.

Praktik tersebut juga disertai berbagai bentuk dukungan keluarga, penggunaan bahan herbal, pengaturan aktivitas, serta unsur doa dan ritual yang memiliki makna budaya dan spiritual bagi masyarakat Wawonii.

Namun, beberapa praktik tradisional yang melibatkan panas secara langsung memiliki risiko apabila dilakukan tanpa pengendalian suhu, jarak, durasi, dan pemantauan kondisi ibu.

Karena itu, tim dosen Universitas Pelita Ibu bersama masyarakat mengembangkan pendekatan Merarangi Sehat sebagai bentuk penyesuaian praktik dengan memperhatikan aspek kesehatan ibu nifas.

Baca Juga: Pengabdian S1 Farmasi Universitas Pelita Ibu Perkuat Kader Posyandu Dampingi Pasien Prolanis