Buku tersebut telah memperoleh ISBN dan sedang dalam proses Hak Kekayaan Intelektual. Materinya juga dimanfaatkan dalam pembelajaran Program Studi Sarjana Kebidanan Universitas Pelita Ibu, khususnya pada mata kuliah Asuhan Kebidanan Komplementer.
Buku Jadi Jembatan Budaya dan Pendidikan Kebidanan
Ketua Program Studi Sarjana Kebidanan Universitas Pelita Ibu, Bd. Putri Rosanti Caesaria, S.Keb., M.Keb., menyampaikan bahwa hasil pengabdian tersebut memiliki kaitan dengan pengembangan pendidikan kebidanan.
“Buku ini tidak hanya menjadi luaran akademik, tetapi juga menjadi sumber belajar yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan ilmu kebidanan modern. Integrasi buku ke dalam mata kuliah Asuhan Kebidanan Komplementer diharapkan mampu membentuk lulusan yang memiliki kompetensi klinis, menghargai budaya, serta mampu memberikan pelayanan kebidanan yang aman, berbasis bukti, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Putri Rosanti Caesaria.
Putri menjelaskan, pengalaman masyarakat Suku Wawonii dalam mempertahankan tradisi Merarangi memberikan pembelajaran kepada mahasiswa mengenai pentingnya memahami konteks sosial dan budaya perempuan serta keluarganya.
