"Kami masih cari-cari informasi pada masyarakat," singkatnya.
Kronologis kejadian itu bermula, saat pelaku mendatangi rumah korban untuk menawarkan bantuan bedah rumah. Pelaku ditemui oleh korban bersama suaminya, HL. keduanya diminta menyiapkan foto copi KTP-el dan kartu keluarga (KK).
Korban dan suaminya sangat senang mendengar tawaran itu, karena saat ini mereka hanya tinggal di pondok dalam kebun. Saat tengah asik ngobrol, tiba adik ipar korban, LN mengajak suaminya membantu membakar di kebunnya.
Baca Juga: Pembunuhan Berantai di Cianjur, Sadisnya Wowon Cs Istri dan Anak Sendiri Dibunuh
Keduanya lalu pergi. Sementara di rumah, tinggal korban bersama anaknya dan pelaku. Suami korban pulang kembali ke rumah sekira pukul 11.00 Wita dan disuruh mandi oleh pelaku untuk diantar ke kantor kecamatan.
