Baca Juga: Seluruh Kepala Desa di Koltim Ikuti Sosialisasi Kampus Universitas Terbuka

Sementara alokasi 20 persen ketahanan pangan dan hewani untuk menciptakan kekuatan pangan masyarakat melalui budidaya tanaman produktif atau pun budidaya perikanan dan peternakan yang mendukung peningkatan pendapatan masyarakat.

Kemudian sambung Anas, alokasi 8 persen untuk mendukung penanganan COVID-19 dilakukan melalui dukungan percepatan pelaksanaan vaksinasi masyarakat dan imunisasi anak usia sekolah selain itu juga untuk antisipasi perkembangan COVID-19.

Baca Juga: Persiapan Pelaksanaan HPN 2022 Capai 80 Persen

Alokasi 32 persen diarahkan untuk mendorong desa mengembangkan tanaman ataupun komoditi unggulan yang berorientasi ekspor antara lain kelapa dalam, pala, merica, porang, ubi kayu (tapioka), kopi dan berbagai komoditi.