Dahulu sebelum ada layanan Rapid Test di bandara, para calon penumpang harus membawa dokumen hasil Rapid Test dari rumah sakit dengan biaya mahal untuk mengakses transportasi udara. Namun kini lanjut Bakri, layanan murah Rapid Test bagi calon penumpang pesawat sudah bisa dilakukan di bandara.
Baca juga: Mendagri: Pandemi COVID-19 Ujian bagi Demokrasi Indonesia
"Saya termasuk pengguna transportasi udara. Rapid Test itu dulu (membuat) orang mikir, ternyata lebih mahal tesnya dari pada tiketnya. Alhamdulillah hari ini cuma Rp 200 ribu saja mereka sudah bisa terbang. Kalau tidak bisa ke rumah sakit, di bandara ada. Apalagi sekarang ada maskapai swasta yang menyedialan Tapid Test tidak lebih dari Rp 100 ribu," terangnya.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengungkapkan, layanan Rapid Test sudah dipermudah, tapi tidak menghilangkan keamanannya. Bakri mengingatkan, jangan sampai kemudahan layanan kesehatan di bandara itu malah membuat bencana.
"Itu yang kita ingatkan kepada pengelola Bandara Soekarno-Hatta hari ini," ujarnya.
