"Kebijakan fiskal harus tetap pruden, tapi kebijakan fiskal tidak pasif, harus hadir menjaga momentum pertumbuhan, melindungi masyarakat dan buka ruang bagi investasi. Karena itu kebijakan fiskal 2027 tetap dirancang untuk bersifat ekspansif, kolaboratif, terarah dan terukur," ujar Suahasil.

Dalam hasil pembahasan terbaru, target defisit tetap berada pada angka Rp 671,16 triliun atau 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut tidak berubah dari rancangan awal RAPBN 2027.

"Defisit 2,40 persen terhadap PDB akan kami jaga sebaik-baiknya. APBN akan terus menumbuhkan, melindungi, dan tetap kita upayakan untuk kredibel," tegas Suahasil.

Perubahan justru terlihat pada sejumlah komponen pendapatan dan belanja negara. Pendapatan negara disepakati menjadi Rp 3.435,10 triliun, naik dari rancangan awal Rp 3.426,03 triliun.

Sementara itu, belanja negara meningkat menjadi Rp 4.106,26 triliun dari sebelumnya Rp 4.097,19 triliun. Penyesuaian tersebut menjadi bagian dari hasil pembahasan pemerintah bersama Banggar DPR sebelum RAPBN 2027 dibawa ke tahap berikutnya.