Untuk itu, ia meminta Kementerian Pertanian untuk fokus bagaimana produksi pertanian tetap melimpah saat pandemi. Karena itu adalah tugas utama kementerian teknis ini untuk menangkal segala alibi Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koordinator yang selalu memunculkan opsi impor pangan akibat produksi dalam negari kurang.
"Publik perlu harus tahu dan Komisi IV DPR RI harus tahu apakah sudah melalui kajian yang dalam, apakah sudah dipraktikkan juga ke orang-orang yang kena Corona, dengan adanya kalung itu tidak kena. Itu kan harus ada penjelasannya," kata politisi asal Sulsel itu.
Akmal menjelaskan produk kalung itu bukan yang menjadi inti fungsi melawan Virus Corona. Tetapi pada aroma terapi yang dipasang atau ditempelkan di kalung sehingga berfungsi mirip dengan Inhealer.
"Tetapi persepsi kalung ini oleh publik bisa saja dikira jimat atau hal-hal ghaib yang mampu melawan Corona. Apalagi masyarakat kita sangat gemar klenik secara mayoritasnya," imbuhnya.
Katanya, kalung tersebut tidak dapat dikatakan obat. Tapi hanya aroma terapi yang berfungsi sebagai jamu. Jika obat, harus melalui uji klinis kepada manusia dan mengalami ratusan keberhasilan.
