"Akhirnya antara program pemerintah dengan perusahaan BUMN menjadi tidak pernah sinkron karena mereka semua takut dipecat dan diganti oleh Kementerian BUMN. Dan situasi ini terjadi di seluruh perusahaan BUMN di setiap bidang," terang Maman.
Dampak berikutnya, perusahaan BUMN cenderung merugi, kemudian akan meminta penyertaan modal negara (PMN).
Seperti diketahui, Presiden Jokowi menyentil kinerja BUMN yang sakit dan terlalu sering mendapat proteksi PMN belum lama ini.
Jokowi menginginkan perusahaan pelat merah lebih profesional dan berani berkompetisi serta mengambil risiko.
Ia juga membantah tudingan dukungan BUMN untuk kepentingan 2024, Jokowi mengatakan hanya tersisa waktu dua tahun untuk transformasi dan reformasi BUMN.
