"Setelah menerima aduan, kami melakukan klarifikasi dari dua pihak yaitu karyawan dan perusahaan. Berdasarkan hasil tersebut, Kami menemukan tidak seimbang antara pemasukan dan pengeluaran," tambahnya.

Diketahui, jika Perumda Kendari memiliki delapan divisi, namun hanya satu divisi saja yang aktif menghasilkan pemasukan, sedangkan sisanya pasif.

Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, Rizki Brilian Pagala meminta Perumda Kendari melakukan perbaikan termasuk mengaktifkan tujuh divisi yang masih pasif.

"Inilah yang menyebabkan perusahaan tidak maksimal. Kalau saya boleh bilang, kami semuanya pemangku kebijakan salah, kita tidak tersinkronikasi dengan baik. Kalau Perumda dibiarkan begini saja, biaya lokasi saja, mereka tak bisa laksanakan," tambahnya.

Ia juga menyoroti Perumda Kota Kendari yang selalu berharap anggaran dari pemkot. Namun, ia juga menilai jika permasalahan Perumda Kota merupakan permasalahan bersama yang harus diselesaikan.