Namun, Wismoyo mengakui bahwa untuk usaha dengan risiko rendah seperti Wisma Melati dan Karaoke Miyabi, pihak PTSP tidak melakukan verifikasi yang mendalam.
“Seharusnya usaha seperti Wisma Melati dan Karaoke Miyabi yang memiliki risiko tinggi harusnya ada verifikasi lebih lanjut,” ujar Wismoyo.
Wismoyo menambahkan bahwa meskipun izin usaha diterbitkan secara online, PTSP Kota Kendari berfungsi sebagai fasilitator bagi warga yang kesulitan mengakses teknologi. (A)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Mustaqim
