Selain itu, kata legislator PAN ini para petugas juga masih kekurangan alat pengukur suhu tubuh (thermogun) yang hanya tersedia dua unit, sehingga terjadi penumpukan saat pengukuran suhu tubuh.
“Jadi ini perlu dilakukan penambahan alat pengukur suhu badan,” tambahnya.
“Kami juga melihat di lapangan tidak ada sama sekali penyemprotan disinfektan terhadap barang bawaan, serta kendaraan para penumpang yang baru turun dari kapal feri dengan tujuan Bajoe-Kolaka, padahal ini sangat rawan sekali bagi kita, apa lagi Sulsel masuk dalam zona merah COVID-19,” tuturnya.
Baca juga: Pemkot Harus Segera Tuntaskan Distribusi Sembako
dr. Hakim menjelaskan kata para petugas penyemprotan disinfektan pernah dilakukan sebelumnya, namun karena keterbatasan anggaran sehingga penyemprotan ditiadakan.
