"Terutama pintu-pintu yang ada di ruang perawatan yang tampak sudah tidak layak pake," jelasnya.
Ali Topan menyampaikan, ruangan yang harusnya terpisah seperti USG dan Radiologi malah digabung.
"RSUD ini berdiri sendiri anggarannya, jadi coba diperhatikan itu untuk kenyamanan masyarakat," ungkapnya.
Ia menambahkan kedatangan pihaknya ke RSUD juga untuk melakukan peninjauan kembali terhadap pengerjaan yang sudah direalisasikan pada tahun anggaran 2022.
Senada dengan hal tersebut, Andi Basir Saransi anggota Komisi DPRD Kolaka Timur menjelaskan yang perlu kita pikirkan kedepannya adalah bagaimna kita dapat merekrut anak-anak generasi penerus seperti dokter dan tenaga kesehatan lainnya dari masyarakat lokal.
