Buhari berharap bantuan pemerintah pusat ini betul-betul menyentuh kelompok tani yang marginal. Dilaksanakan secara baik sehingga dapat meningkatkan produktifitas petani dan menjadikan Kolut sebagai kiblat pertanian dan peternakan yang mandiri, modern dan sejahtera.

Baca Juga : Khawatir Corona, Masker di Bombana Langka

Sementara itu, Ketua Komisi II, Mustamrin Saleh mengungkapkan, bantuan Kementan melalui program Readsi untuk Kolut yang telah ditandatangani MoUnya oleh pihak Pemda sebesar Rp 20,8 miliar.

"Bantuan tersebut terealisasi secara bertahap selama empat tahun yaitu sejak 2018 sampai 2022. Untuk 2019 realisasinya, kurang lebih Rp 2,7 miliar dan 2020 sebesar Rp 9,6 miliar," ungkap Mustamrin.

Lebih lanjut, Ketua Komisi II ini menjelaskan, dana tersebut diperuntukkan untuk 127 kelompok tani yang tersebar di 18 desa.