“Kita apresiasi, peserta lomba pasti berupaya memberikan yang terbaik, mulai dari kebersihan hingga pelayanan di desa,” jelas Ginal, Senin (22/5/2023).

Ia juga mengungkap agar penilaian lomba desa tetap sejalan dengan nilai-nilai adat dan budaya yang ada di Kabupaten Konawe.

“Semua itu dilakukan agar adat dan budaya yang ada di Kabupaten Konawe, dapat mengisi setiap sendi-sendi kehidupan masyarakat kita,” tutupnya.

Sebelumnya,  Ketua tim penilai lomba desa/kelurahan, Keni Yuga Permana menerangkan, jika lomba desa/kelurahan tersebut merupakan agenda nasional yang tiap tahun digelar secara berjenjang mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten, regional dan nasional.

Keni menyebut ada beberapa poin yang dijadikan sebagai sebuah penilaian, diantaranya bagaimana penyelenggaraan pemerintahan, kinerja aparatur, inisiatif aparatnya, pemanfaatan E-Goverment, serta pelestarian adat dan budaya.