Alasan keterlambatan penyelesaian pekerjaan bisa saja karena faktor cuaca dan bahan material. Namun, cuaca sejak Desember 2021 hingga Januari 2022 ini bersahabat. Begitu juga, dengan material, tidak ada yang didatangkan dari luar daerah.
"Bangunannya darurat, hanya butuh papan, pasir, semen, kayu, seng dan paku. Semuanya tersedia di sini (Muna), jadi bukan alasan, bila kekurangan material," ujarnya.
Baca Juga: Bendungan Ladongi Koltim Tutup untuk Umum Mulai 17 Januari 2022
Anggaran pembangunan 80 kios darurat ditambah satu unit WC bersumber dari biaya tak terduga (BTT) tahun 2021. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) telah mencairkan anggaran itu 100 persen.
Baca Juga: Proyek Pembangunan Balai Kota Kendari Ditargetkan Rampung Sebelum Oktober 2022
