Asosiasi Pedagang, Siswantoro membenarkan beberapa pedagang memang bertempat tinggal di tempatnya berjualan (kali Kadia), karena pedagang sering kecurian terutama pada pedagang bunga. Ia juga menyayangkan pilih kasih yang dilakukan pemkot terkait RTH, karena tak semua pedagang kali Kadia ikut direlokasi.
Siswantoro juga menyoroti sejak direlokasi oleh pemkot, selama dua bulan, pedagang tak memiliki penghasilan.
"Kami ini, bayangkan selama dua bulan bapak dan ibu semua yang ada di sini tidak punya penghasilan. Kami mau makan apa? Atau jangankan dua bulan, coba Anda semuanya berada di posisi kami, seminggu tidak ada uang, rasanya bagaimana?" keluhnya mewakili pedagang yang disahuti oleh yang lain.
Pedagang yang ikut RDP juga didominasi oleh orangtua yang berusia lanjut, sisanya sebagai pedagang yang murni menggantungkan nasib dan keuangannya dari berjualan di kali Kadia.
Terlepas dari pro dan kontra yang masih dialami oleh pedagang, DPRD saat ini bakal mencari tempat usaha sementara guna pedagang kembali berjualan.
