"Oleh karena itu, saya menggugah pak gubernur agar melakukan pembenahan. Saya juga salah satu timnya kemarin yang biasa mendampingi kadang hanya bertiga dengan sopir dalam mobil. Dia sering sampaikan ke saya, jika ada kesusahan masyarakat sampaikan ke saya pak Bus," lanjutnya.

Merespon persoalan jalan provinsi di bagian Utara Kabupaten Kolaka Utara ini, DPRD Sulawesi Tenggara telah membentuk panitia khusus (pansus) yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, Jumarding dan telah meninjau langsung kondisi jalan bersama instansi terkait.

"Kami sudah meninjau dan memeriksa beberapa titik kondisi jalan bersama Bina Marga PUPR Sulawesi Tenggara, mulai Kecamatan Batu Putih-Porehu-Tolala. Kondisi jalan di sana memang agak rawan," terangnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, secara prinsipil penanganan akan dilakukan secepatnya pada titik-titik yang dianggap rawan. Mengingat kondisi jalan rusak cukup panjang, maka pansus merekomendasikan Dinas PUPR agar lelang proyek pengaspalan jalur Batu Putih-Porehu sebesar Rp 5 miliar dipending sementara

"Nanti di perubahan anggarannya kita alihkan ke pengerasan jalan dan pembuatan drainase saja," ujarnya.