Ia menilai sistem penanganan sedimentasi yang diterapkan PT Vale sangat efektif melindungi lahan pertanian warga.
"Kami melihat langsung pengolahan lingkungan yang begitu baik. Ada pocket pond sehingga hasil sedimentasi tanah saat hujan dikeruk dan dipindahkan agar air yang masuk ke sawah masyarakat tetap bersih. Ini sangat luar biasa dan patut jadi contoh bagi pertambangan lain," ujar Fajar.
Terkait aspirasi masyarakat mengenai lahan, PT Vale juga menunjukkan transparansi dengan memaparkan data verifikasi wilayah.
Penjelasan perusahaan membantu memperjelas status lahan yang selama ini menjadi pertanyaan warga di sekitar area izin usaha pertambangan (IUP).
"Kami mendapat penjelasan detail bahwa lokasi yang dimaksud berada dalam kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK) di dalam IUP, bukan lahan area penggunaan lain (APL) sebagaimana laporan awal. Penjelasan transparan ini sangat kami hargai," tambahnya.
