“Kami putuskan bahwa kalau hanya RDP, otomatis hanya data sekunder yang kami peroleh. Akan lebih baik jika kita turun langsung ke lapangan agar mendapatkan data primer,” lanjut Aflan.

Pihaknya juga akan menggandeng Inspektur Tambang dalam kunjungan ini untuk memastikan penilaian teknis yang lebih akurat.

Inspeksi lapangan ini akan menentukan apakah perlu dibentuk panitia khusus (Pansus) guna mendalami permasalahan lebih lanjut.

“Jika terbentuk Pansus, itu berarti masalahnya memang serius dan harus ada rekomendasi yang dikeluarkan,” tegasnya.

DPRD Sultra dijadwalkan akan melakukan inspeksi lapangan dalam dua pekan ke depan setelah menyelesaikan agenda perjalanan dinas.