Reaksi itu mencuat setelah pernyataannya berbeda diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham RI Sultra, Sofyan yang menyatakan 49 TKA China itu adalah orang Tiongkok yang baru masuk ke Indonesia, bukan TKA yang telah lama bekerja yang melakukan perpanjangan visa dan izin bekerja di Jakarta seperti keterangan Kapolda Sultra.

Akibat perbedaan pernyataan itu, Kapolda didesak Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Halu Oleo (UHO) Baharuddin Yusuf untuk bertanggung jawab terhadap pernyataan diberbagai media.

Tak hanya datang dari kalangan mahasiswa, reaksi penggiat media ikut berekasi  #CopotKapoldaSultra bahkan menjadi tranding satu di twitter. Mencapai 9.539 tweet, berbagai reaksi bermunculan dari para netizen.


Reporter: Musdar
Editor: Sumarlin