Ia mengecam keras pernyataan Sekcam Rahong Utara yang sudah mendahului kehendak bupati, bahkan kehendak Tuhan terkait pergantian jabatan camat.
"Kita kan tidak tahu rahasia Tuhan dan juga rahasia bupati dan wakil. Siapa tahu ada orang lain yang lebih bagus dan lebih pas menduduki jabatan camat. Jadi jangan terlalu berlebih-lebihan meninggikan diri dengan mengorbankan masyarakat," tutup Eber.
Seperti diberitakan sebelumnya, video yang diperoleh Telisik.id pada Minggu (13/6/2021) itu mempertontonkan aksi Sekcam Yohanes Jebatu mengancam warga penerima BLT Desa Buar yang tidak mematuhi protokol kesehatan.
Bahkan ia mengancam apabila ia dipercayai menjadi Camat Rahong Utara menggantikan Geradus Tanggung di bulan Oktober 2022 nanti, maka ia akan menyurati bupati dan gubernur agar BLT untuk Rahong Utara dihentikan.
"Kalau Saya jadi camat, saya akan surati bupati, bahkan sampai gubernur supaya tidak ada lagi BLT untuk Rahong Utara. Hal ini karena kekesalan saya terhadap prilaku warga yang kurang mentaati protokol kesehatan," ungkapnya.
