“Pada tanggal 14 Juli, kami lakukan pengambilan sampel dengan di-swab kemudian dikirim ke laboratorium Pusat Studi Satwa Primata, IPB Bogor. Lalu, hasilnya keluar tanggal 15 Juli yang menyatakan bahwa kedua satwa tersebut terpapar COVID-19,” terangnya.
Suzi menambahkan, sejak mengidap sejumlah gejala dan kondisi kesehatan yang menurun, kedua satwa itu segera diberikan pengobatan, di antaranya pemberian antibiotik, antihistamin, antiradang, dan multivitamin setiap hari.
Suzi menyebut, dalam waktu sekitar 10 – 12 hari pengobatan, kondisi kedua satwa berangsur membaik dan pulih.
Baca Juga: Hadapi Pandemi, Jokowi Ajak Seluruh Elemen Bangsa Berdoa dan Bergandeng Tangan
Baca Juga: Biden Sebut Jakarta Bakal Tenggelam Akibat Perubahan Iklim, Ini Respon MUI
